Reses Pertama Masa Persidangan II 2024/2025 Tomy Fendrik Saragih, SE: Menyerap Aspirasi Warga Kelurahan Merek Raya Kabupaten Simalungun

Reses Pertama Masa Persidangan II 2024/2025 Tomy Fendrik Saragih, SE: Menyerap Aspirasi Warga Kelurahan Merek Raya Kabupaten Simalungun
Share

Ibnnews.co.id, Simalungun – – Anggota DPRD Kabupaten Simalungun dari Fraksi Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi II, Tomy Fendrik Saragih, SE, melaksanakan reses pertama di masa persidangan II tahun 2024/2025 pada Selasa, 11 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Merek Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, camat, lurah, serta perwakilan dari partai dan instansi terkait.

Reses merupakan momen penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung aspirasi, keluhan, dan masukan masyarakat. Sebagai Wakil Ketua Komisi II, yang membidangi Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pertanian, Perekonomian serta ketahanan pangan (Ketapang), Tomy Fendrik Saragih menunjukkan komitmennya dalam menyampaikan keluhan rakyat kepada pemerintah daerah demi pembangunan yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Beragam Aspirasi Warga yang Mengemuka
Selama sesi dialog, masyarakat dari berbagai latar belakang menyampaikan berbagai permasalahan dan harapan, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian, infrastruktur, dan pelayanan publik. Berikut adalah beberapa poin utama yang disampaikan oleh warga:

Masalah pupuk menjadi sorotan utama dalam reses kali ini. Kristian Saragih, warga Dusun Bulu Pange, menyatakan harapan agar pupuk subsidi untuk kelompok tani tidak hanya sekadar tersedia, tetapi juga ditebus dengan harga yang sesuai. Ia juga menyoroti fluktuasi harga hasil panen, khususnya jagung, yang sering anjlok akibat tingginya biaya produksi, termasuk akibat mahalnya pupuk serta kerusakan akibat hama.

Permasalahan serupa juga diungkapkan oleh Irwansyah Saragih dari Lingkungan 4 Bah Bolon. Ia menegaskan bahwa banyak petani non-anggota kelompok tani kesulitan mendapatkan akses pupuk bersubsidi. Selain itu, ia menyoroti ketidaktepatan penyaluran pupuk subsidi yang kerap terjadi. Di sisi lain, Irwansyah juga mengajukan permohonan perbaikan jalan utama menuju Bah Bolon, yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Junseni Purba, Ketua Kelompok Tani “Sabar Tani,” meminta peningkatan yang signifikan pada infrastruktur jalan usaha tani. Menurutnya, jalan tersebut sangat diperlukan untuk mendukung aktivitas petani, mulai dari produksi hingga distribusi hasil tani.

Selain itu, Junseni mengusulkan pelatihan untuk pembuatan pupuk organik agar para petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal. Ia juga meminta agar Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) kembali diaktifkan sebagai wadah koordinasi bagi para petani.

Lukas Damanik, warga Merek Raya, mengusulkan pengembangan kembali perkebunan kopi di daerahnya. Menurutnya, kopi Raya memiliki kualitas yang baik dan dapat menjadi potensi besar untuk memberdayakan perekonomian masyarakat lokal. Ia berharap pemerintah dapat memberikan fasilitas berupa alat dan infrastruktur untuk pengolahan kopi seperti mesin “rosting” atau penggorengan, yang diperlukan dalam proses pasca-panen.

Nuarialam Lumban Tobing dari Limag menyampaikan sejumlah usulan, salah satunya adalah perbaikan jalan menuju wilayah Limag yang juga sudah rusak. Ia juga menyuarakan keberatannya atas penebusan pupuk subsidi yang dilakukan sekaligus dalam jumlah besar, yang dirasa sangat memberatkan petani.

Permohonan serupa juga disampaikan oleh Br Sihotang, yang menekankan perlunya perbaikan jalan lingkungan dan parit pasangan di sekitar tempat tinggalnya. Infrastruktur jalan lingkungan dan saluran drainase yang memadai menurutnya penting untuk mendukung kenyamanan dan keamanan warga setempat.

Selain masalah infrastruktur dan pertanian, Nuarialam turut berharap adanya bentuk bantuan untuk rumah ibadah di wilayah mereka, agar kegiatan spiritual masyarakat dapat berjalan lebih nyaman dan lancar.

Tindak Lanjut dari Reses
Dalam tanggapannya, Tomy Fendrik Saragih, SE, berjanji akan membawa setiap aspirasi yang disampaikan warga ke dalam agenda Komisi II DPRD Simalungun. Ia menekankan bahwa permasalahan pupuk, jalan usaha tani, dan kestabilan harga hasil panen adalah prioritas yang akan terus diperjuangkan di level kebijakan daerah.

Selain itu, Tomy juga memuji usulan tentang pelatihan pembuatan pupuk organik serta pengembangan perkebunan kopi. Menurutnya, inisiatif seperti ini selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan yang berbasis kemandirian lokal.

Lurah Merek Raya telah memasukkan beberapa usulan penting masyarakat ke dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) sebagai prioritas. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara masyarakat, wakil rakyat, dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. Sebagai anggota DPRD yang fokus pada bidang PUPR dan pertanian, Tomy berkomitmen untuk terus mengawal agar program-program ini dapat terealisasi tepat waktu dan sasaran.
Dukungan dan Kehadiran Pemangku Kepentingan
Kegiatan reses ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk camat, lurah, Pendeta, serta petugas PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) dari Kelurahan Merek Raya. Kehadiran mereka diharapkan dapat mempercepat komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan yang menjadi prioritas bersama.

Kesimpulan
Reses yang diadakan oleh Tomy Fendrik Saragih, SE, ini menjadi bukti nyata bahwa komunikasi antar anggota legislatif dan masyarakat adalah bagian penting dalam perencanaan pembangunan. Aspirasi yang disampaikan oleh warga Kelurahan Merek Raya menunjukkan betapa pentingnya keberlanjutan fokus pada sektor pertanian, infrastruktur, dan pelayanan umum demi kesejahteraan bersama di Kabupaten Simalungun. (JT)

Redaksi IBN News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *