Kanit Binmas Polsek Medan Timur Dialog Halo Polisi Mengisi Topik Kenakalan Remaja

Share

Ibnnews.co.id, Medan
Rabu 01 Oktober 2025.

Kanit Binmas Polsek Medan Timur mengikuti kegiatan Dialog Halo Polisi mengisi acara dengan Topik *Kenakalan Remaja*Waktu dan Tempat Rabu 01 Oktober 2025 Pukul 15.00 wib Tempat Studio Ro 1 RRI Medan Jalan Gatot Subroto No 124 Medan.

Narasumber Kanit Binmas Polsek Medan Timur Ipda Sagita Ifani Emri S.Sos

Kegiatan Dialog Interaktif dipandu oleh Pembawa Acara Ricky Subandi dengan tema Kenakalan Remaja. Berlangsung dengan aman dan kondusif,Bangun Generasi Emas: Polsek Medan Timur Ajak Remaja Medan Jauhi Kenakalan dan Raih Prestasi

Narasi Media Medan Polda Sumatera Utara terus aktif hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi hukum, kali ini melalui program Dialog Interaktif Hallo Polisi yang digelar di Studio I RRI Medan, Jalan Gatot Subroto No. 214 Medan, Rabu (1/10/2025) pukul 15.00 – 16.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Kanit Binmas Polsek Medan Timur, Ipda Sagita Ifani Emri, S.Sos, dengan topik pembahasan “Kenakalan Remaja”.

Kapolsek Medan timur Kompol Agus M.Butar -Buatar SH.Melaui Ipda Sagita Ifani Emri D.sos iya menyampaikan bahwa kenakalan remaja merupakan perilaku menyimpang dari norma sosial maupun hukum, yang kerap dilakukan oleh anak-anak di usia remaja.

“Kenakalan remaja bisa berbentuk pelanggaran norma sosial, seperti bolos sekolah, perkelahian, seks bebas, hingga penggunaan alkohol. Sementara bentuk pelanggaran hukum bisa berupa tawuran, pencurian, penyalahgunaan narkoba, dan tindak kekerasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sagita menuturkan sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya kenakalan remaja. Dari sisi internal, fase pencarian jati diri serta lemahnya kontrol diri sering membuat remaja mudah terjerumus. Sedangkan dari sisi eksternal, faktor keluarga, lingkungan pertemanan, media massa, hingga kondisi sosial ekonomi turut memberi pengaruh besar.

“Ketidakharmonisan dalam keluarga, minimnya perhatian dan komunikasi, atau salah dalam pola pendidikan bisa menjadi pemicu. Begitu juga pergaulan yang salah serta derasnya arus informasi negatif dari media sosial dan internet. Semua itu bisa mempercepat remaja masuk ke perilaku menyimpang,” ungkapnya.

Ipda Sagita juga menekankan bahwa dampak kenakalan remaja tidak bisa dianggap sepele. “Masalah hukum, terganggunya pendidikan, rusaknya kesehatan fisik maupun mental, hingga terhambatnya hubungan sosial adalah beberapa dampak serius yang bisa merusak masa depan mereka,” ujarnya.

Namun, Sagita menegaskan bahwa bagi remaja yang terlanjur terjerumus, masih ada jalan keluar. Bantuan profesional dari konselor atau lembaga rehabilitasi, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting untuk memulihkan mereka.

Menutup dialog, Ipda Sagita menyampaikan pesan penuh motivasi kepada para generasi muda.

“Saya ingin berpesan kepada adik-adik semua, jadilah generasi yang berhasil. Ingatlah, keberhasilan tidak datang secara instan. Kita harus berusaha sungguh-sungguh, menjaga sikap, dan bertanggung jawab atas pendidikan kita. Masa depan ada di tangan kalian masing-masing, bukan hanya orang tua. Jadilah generasi berprestasi yang membawa keberhasilan, demi bangsa dan negara, dan khususnya untuk masa depan kalian sendiri,” pungkasnya.

Melalui dialog ini, Polri berharap masyarakat, khususnya para remaja, semakin memahami pentingnya menjaga diri dari perilaku menyimpang, sekaligus membangun karakter positif yang akan menjadi bekal menuju masa depan yang lebih baik.

(Tim)

Redaksi IBN News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *