Pernyataan Klarifikasi  Tentang  Keberadaan  dan  Keterlibatan Dalam Peristiwa  di Lokasi Pembukaan  Jalan Pertanian 

Share

Ibnnews.co.id. Dairi
Adanya tindakan tidak terpuji  saat pembukaan jalan pertanian disusun III Lumban Siboro menuju Tombak Lama pada 29/08/2026  dimana pada saat terjadi  keributan yang mengakibatkan 4 orang korban luka dikepala akibat  lemparan hujan batu dari atas tebing tombak lama oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan satu unit alat berat jenis ekskavator ikut terbakar .
Ironisnya  mhd Herijal solin yang bertugas sebagai sekretaris Desa di Desa Pangguruan kec Sumbul Kab Dairi  ikut dilaporkan kepihak polres Dairi karena dianggap berpihak pada satu pihak  .
Ketika tim wartawan menjumpai mhd Herijal dikediamannya untuk dikomfimasi 6 /09/2026 beliau  memberikan keterangan
Dan menerangkan  mengenai keberadaan dan posisi beliau  dalam peristiwa yang terjadi pada tanggal 29 Agustus 2026 di lokasi pembukaan/pekerjaan jalan pertanian, sebagai berikut:
I. Tentang Kepentingan saya

1. Saya menyatakan dengan tegas bahwa saya tidak mempunyai kepentingan pribadi dalam permasalahan atau perkara yang terjadi di lokasi tersebut.

2. Keberadaan saya di lokasi bukan untuk memihak, menyerang, melakukan kekerasan, ataupun melakukan tindakan yang dapat merugikan pihak mana pun.

3. Saya berada di lokasi dengan maksud untuk menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif serta memberikan keterangan apabila diperlukan, sehingga tidak terjadi tindakan kekerasan atau tindakan anarkis.

II. Posisi dan keberadaan saya saat kejadian

4. Benar bahwa pada saat peristiwa berlangsung saya berada di lokasi kejadian.

5. Namun, saya perlu menegaskan bahwa keberadaan saya di lokasi tidak berarti saya ikut melakukan pengeroyokan.

6. Pada saat kejadian, posisi saya berada di atas tebing, sedangkan massa masyarakat berada di sekitar/bagian bawah lokasi.

7. Saya tidak melakukan kontak fisik, tidak memukul, tidak menendang, tidak melempar batu, tidak menyerang, dan tidak melakukan pengeroyokan terhadap Saudara Robet Sihotang dan Syahrin Siboro maupun terhadap orang lainnya.

8. Bahkan sebelum terjadi tindakan kekerasan, saya sempat menyampaikan kepada masyarakat yang hadir
«“Silahkan sampaikan pendapat dan argumentasi, tapi jangan anarkis.”»

9. Perkataan tersebut saya sampaikan dengan tujuan agar masyarakat tetap menyampaikan pendapat dan keberatan secara tertib serta tidak melakukan tindakan kekerasan.
III. Kronologi yang saya lihat dan alami

10. Setelah saya menyampaikan perkataan tersebut, secara tiba-tiba seseorang datang dari arah belakang, yaitu dari arah massa, dan berada di samping saya.

11. Orang tersebut kemudian berkata kepada salah satu korban penyerangan massa, yaitu Saudara Syahrin Siboro, dengan perkataan:«“Ondo sipamateon sada.”»

12. Setelah mengatakan perkataan tersebut, orang itu kemudian langsung melempar Saudara Syahrin Siboro dengan batu beberapa kali.

13. Setelah terjadi pelemparan batu tersebut, terjadi aksi saling tarik dan saling dorong antara mereka, sehingga akhirnya keduanya terjatuh ke arah jurang.

14. Saya menegaskan bahwa saya tidak ikut dalam tindakan tersebut dan tidak melakukan kontak fisik dengan Saudara Robert Sihotang dan Syahrin Siboro ataupun pihak lainnya.

15. Saya juga tidak memberikan perintah, arahan, atau ajakan kepada siapa pun untuk melakukan pemukulan, pelemparan batu, penyerangan maupun pengeroyokan.

IV. Tindakan Kekerasan  terhadap diri saya

16. Setelah kejadian tersebut, secara tiba-tiba saya justru mengalami tindakan kekerasan terhadap diri saya sendiri, yaitu disiram air cabai oleh seseorang dari arah samping kiri saya.

17. Saya tidak mengetahui siapa pelaku yang menyiram air cabai tersebut karena saya tidak mengenal orang tersebut dan kejadian berlangsung secara tiba-tiba.

18. Setelah wajah saya terkena air cabai, saya langsung berusaha menyelamatkan diri dengan berlari dan melompat ke bawah untuk mencari air yang berada di sekitar lokasi.

19. Saya kemudian mencuci wajah saya untuk menghilangkan air cabai tersebut.

20. Setelah itu saya melanjutkan berlari menuju arah awal pembukaan jalan pertanian untuk menyelamatkan diri karena pada saat tersebut terjadi pelemparan batu secara bertubi-tubi yang menurut saya dapat membahayakan keselamatan diri saya.Harapan saya kepada pihak APH(aparat penegak hukum) bekerja secara profesional kiranya kasus ini terungkap kebebarannya. (manap).

Redaksi IBN News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *