Pedagang Keluhkan Diduga Kehilangan Barang Curah di Kapal Singkil–Simeulue, Minta Pengawasan Diperketat

Share

Ibnnews.co.id, SIMEULUE — Sejumlah pedagang di Kabupaten Simeulue mengeluhkan sering terjadinya diduga kehilangan dan kekurangan isi barang curah yang dikirim melalui kapal feri rute Singkil–Simeulue. Barang yang kerap mengalami kekurangan tersebut umumnya berupa buah-buahan seperti jeruk, salak, rambutan, dan komoditas sejenis lainnya.15/12/25

Salah seorang pedagang mengaku, kerugian akibat kehilangan barang tersebut telah terjadi berulang kali dan berdampak serius terhadap kelangsungan usaha mereka. Ia menyebut, setiap pengiriman buah dari Medan telah melalui proses pengecekan sebelum diangkut menggunakan mobil L300 kepercayaan toko menuju Pelabuhan Singkil.

“Setelah sampai di pelabuhan Singkil, barang dicurahkan ke dalam kapal feri untuk dikirim ke Simeulue. Supir biasanya sudah mengecek dan menitipkan barang ke pihak ABK kapal agar ditempatkan di lokasi yang aman,” ujar pedagang yang enggan disebut namanya.

Namun, saat barang tiba di Pelabuhan Kolok Sinabang dan dijemput menggunakan becak untuk dibawa ke toko atau pasar, ditemukan adanya keranjang atau kotak buah yang sudah terbuka. Akibatnya, isi di dalamnya berkurang dan tidak sesuai dengan jumlah awal saat pengiriman.

“Setelah dicek dan disortir ulang di toko, terlihat jelas ada kotak yang terbuka dan isinya berkurang. Ini jelas merugikan kami,” katanya.

Ia berharap pihak kapal dapat memperketat pengawasan terhadap barang curah titipan pedagang selama proses pelayaran. Menurutnya, lemahnya pengawasan berpotensi dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya sangat berharap pihak kapal bisa lebih meningkatkan pengawasan. Kerugian yang kami alami sangat besar. Kalau ini terus terjadi, bukan untung yang kami dapat, malah modal kami habis,” tegasnya.

Pedagang tersebut juga mengingatkan, apabila kejadian serupa terus berulang tanpa ada solusi, bukan tidak mungkin para pedagang kecil akan gulung tikar akibat harus terus menutup kerugian.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih berupaya mengonfirmasi pihak kapten kapal maupun manajemen kapal feri terkait keluhan pedagang tersebut guna memperoleh keterangan resmi sebagai bentuk keberimbangan informasi.(AM)

Redaksi IBN News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *