Nelayan Panipahan Tidak Melaut Akibat Tidak Ada BBM. 

Share

Ibnnews.co.id, Panipahan – Sejumlah Nelayan Panipahan  Mengeluhkan Akibat Pengurangan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi memicu krisis operasional yang memaksa banyak nelayan terpaksa tidak melaut.

Hal ini menyebabkan bengkaknya biaya operasional melampaui hasil tangkapan, hilangnya mata pencarian harian, serta memicu ketergantungan utang kepada tengkulak untuk menyambung hidup.

Salah satu nelayan Panipahan  Ahmat Saat berada di Stasiun Pengisian BBM yang berlokasi di Jalan udang Kepenghuluan Panipahan pada Sabtu 16 Mei 2026 petang ia mengeluh,

Akibat Tidak Mendapat kan BBM untuk  Melaut kita terpaksa membeli BBM nonsubsidi dengan harga yang jauh lebih mahal yang datang dari Tetangga Sebelah yakni Labuhan batu Sumatra Utara,  atau berhenti melaut.

Sementara hasil Tangkapan sering kali membuat nelayan merugi karena hasil tangkapan ikan tidak cukup untuk menutupi mahalnya biaya bahan bakar dan perbekalan.

Bahkan Ia juga menambah dan Memohon kepada Pemerintah meminta penambahan kouta yang telah di kurang kan Setidak nya bisa Separuh dari yang di kurang kan bisa di kembali kan untuk Kebutuhan nelayan yang ada di panipahan.

Berbeda pula dengan Keluhan Nelayan lain nya Pendek, Jika Tidak Melaut Akibat Tidak ada Nya BBM, Sejumlah Anggota Kapal Kita Terpaksa Menghutang Ke kita Untuk tetap bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga selama tidak melaut.

Di sisi lain pada Sebelum nya Seorang Nelayan Sempat Melakukan Perbincangan  bersama Tim Kita,  Adapun Kapal yang bisa menggunakan BBM subsidi jika ukurannya di bawah 30 Gross Ton (GT) dan telah terdaftar sebagai pengguna resmi dengan kuota yang ditentukan.

Untuk kapal di atas 30 GT atau kapal komersial besar, aturan pemerintah mewajibkan penggunaan BBM non- Subsidi.

Muncul Pertanyaan dan Kecurigaan Semua Kapal Apong yang ada Milik Nelayan Warga Tiongho Panipahan, Semua kapal Apong Tersebut Tampak terlihat di bawah 30 GT kebawah.

Apakah ini ada dugaan  Suatu Permainan dengan Petugas untuk pengurangan GT.

Untuk Memastikan apa yang di sampai kankan para nelayan Panipahan, tim kita langsung Melakukan Investigasi di Lapangan, untuk melihat langsung Semua Kapal apung Panipahan saat sebelum melaut, Sejumlah kapal Apong  Panipahan 30 GT ke bawah.(MM)

Redaksi IBN News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *