Masyarakat Simeulue Keluhkan Listrik Sering Padam, Banyak alat Elektronik Rusak

Share

Ibnnews.co.id, SIMEULUE – Persoalan krisis listrik di Kabupaten Simeulue kian meresahkan, Pemadaman listrik yang terjadi secara tidak menentu dan tanpa pemberitahuan sebelumnya memicu gelombang kekecewaan dari masyarakat. 13/5/2026

Selain melumpuhkan aktivitas harian, kondisi “mati-hidup” aliran listrik ini telah menyebabkan kerusakan masif pada perangkat elektronik milik warga.

Rino Pratama, salah seorang perwakilan masyarakat yang juga menjadi korban dari ketidakstabilan pasokan listrik ini, menyuarakan jeritan hati warga yang merasa sangat dirugikan. Menurutnya, kerugian materiil yang diderita warga tidak bisa dianggap remeh.

“Banyak alat elektronik kami rusak akibat listrik mati hidup secara tiba-tiba. Mulai dari televisi, kulkas, rice cooker hingga charger handphone ikut terdampak. Kami bingung harus mengadu ke siapa,” keluh Rino dengan nada kecewa.

Kondisi ini tidak hanya memukul sektor rumah tangga, tetapi juga merambah ke sektor-sektor krusial lainnnya,
Usaha Kecil Pelaku UMKM yang bergantung penuh pada listrik harus menanggung kerugian produksi.

Tidak hanya Demikian, Rino Juga mengungkapkan termasuk Aktivitas belajar anak-anak di rumah terganggu, terutama saat membutuhkan akses internet dan penerangan.

Kerusakan alat elektronik jelas menjadi beban finansial tambahan bagi masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.

Mewakili suara warga, Rino Pratama mendesak pihak PLN dan pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam. Masyarakat menuntut adanya penjelasan resmi mengenai penyebab teknis pemadaman yang berlarut-larut tersebut.

Lebih lanjut, Rino menegaskan perlunya mekanisme pengaduan yang transparan serta adanya bentuk pertanggungjawaban nyata bagi warga yang mengalami kerugian materiil.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban. Kami hanya ingin pelayanan listrik yang stabil dan adanya kepastian ketika terjadi kerusakan akibat listrik padam,” tegas Rino menutup pernyataannya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Simeulue masih menunggu langkah konkret dari pihak terkait agar stabilitas pasokan energi di wilayah kepulauan tersebut dapat segera teratasi.(AM)

Redaksi IBN News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *