Kontroversi Lauke Cup I 2026: PS Amabaan Pertanyakan Perubahan Keputusan, Merasa Dirugikan oleh Hasil Sidang

Share

Ibnnews.co.id, SIMEULUE– PS Amabaan menyampaikan kronologi sekaligus mempertanyakan hasil sidang Panitia Turnamen Lauke Cup I 2026 yang menetapkan tim tersebut melakukan walk out (WO), padahal menurut pihak PS Amabaan, kesepakatan di lapangan saat pertandingan dihentikan berbeda dengan keputusan yang kemudian dikeluarkan.

Menurut keterangan dari pihak PS Amabaan, insiden bermula menjelang berakhirnya babak pertama pertandingan antara PS Amabaan melawan PS Pelor Lamerem. Saat itu, wasit meniup peluit dan menyatakan terjadi dugaan handball yang dilakukan kapten PS Amabaan di dalam kotak penalti.

Keputusan tersebut langsung mendapat keberatan dari kapten, pemain, dan ofisial PS Amabaan. Mereka menyampaikan protes karena menilai keputusan penalti tersebut masih layak untuk ditinjau kembali.

Di tengah situasi tersebut, wasit bersama Pengawas Pertandingan (PP) memutuskan untuk menghentikan sementara pertandingan dalam kondisi skor masih 0-0. Berdasarkan penjelasan yang diterima PS Amabaan saat itu, pertandingan akan dilanjutkan kembali setelah melalui sidang untuk menentukan apakah keputusan penalti tersebut sah atau tidak

Namun, menurut PS Amabaan, hasil sidang yang kemudian diumumkan justru tidak membahas substansi mengenai sah atau tidaknya keputusan penalti. Sebaliknya, panitia menetapkan bahwa PS Amabaan dinyatakan melakukan walk out (WO).

Keputusan tersebut dinilai mengejutkan dan tidak sesuai dengan pemahaman yang diterima tim saat pertandingan dihentikan. PS Amabaan menegaskan bahwa penghentian pertandingan terjadi berdasarkan arahan wasit dan Pengawas Pertandingan sambil menunggu hasil sidang, sehingga mereka mempertanyakan dasar penetapan status walk out.

Atas dasar itu, PS Amabaan berharap panitia turnamen dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar pengambilan keputusan tersebut, termasuk mempertimbangkan kembali kronologi yang terjadi di lapangan. Menurut pihak tim, transparansi dan kepastian hukum dalam setiap keputusan pertandingan sangat penting untuk menjaga sportivitas, keadilan, serta kepercayaan seluruh peserta terhadap penyelenggaraan Turnamen Lauke Cup I 2026.(AM)

Redaksi IBN News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *