Feny Manurung Harumkan Nama Dairi di Ajang Putri EKRAF Sumut, GEKRAF Dorong Dukungan Pemerintah

Share

Ibnnews.co.id, DAIRI
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Feny Manurung, putri asal Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Perempuan kelahiran 2003 ini berhasil meraih gelar Putri Ekonomi Kreatif (EKRAF) Sumatera Utara melalui ajang kontestasi tingkat provinsi, sekaligus membawa gagasan kreatif yang berorientasi pada pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan UMKM.

Di balik pencapaian tersebut, tersimpan kisah perjuangan seorang perempuan muda yang memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Terlahir dari keluarga sederhana, Feny harus menjalani kehidupan bersama orang tua tunggal setelah ditinggalkan ayahnya sejak duduk di kelas II SMK.

Keterbatasan bukan menjadi alasan baginya untuk berhenti bermimpi. Dengan semangat, usaha pribadi, serta dukungan dan doa keluarga maupun orang-orang terdekat, Feny terus melangkah mengikuti berbagai ajang kompetisi dan kegiatan pengembangan diri.

Berbagai prestasi pun berhasil diraihnya, baik melalui lembaga maupun kompetisi perorangan. Sebelumnya, Feny juga pernah meraih penghargaan Best Talent dalam ajang Putri Kebudayaan. Dalam kesempatan tersebut, ia berjuang dengan upaya pribadi, tetapi tetap membawa nama Kabupaten Dairi sebagai daerah asalnya.

Bagi Feny, setiap kompetisi bukan semata-mata tentang gelar dan penghargaan. Lebih dari itu, setiap kesempatan menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas daerah, menunjukkan kemampuan generasi muda, sekaligus membuktikan bahwa anak muda dari keluarga sederhana juga mampu bersaing dan berprestasi.

Dalam ajang Putri EKRAF Sumatera Utara, Feny mengusung program “Nari dan Kopi”, singkatan dari Narasi Kreatif dan Kolaborasi Potensi Ekonomi Kreatif.

Gagasan ini lahir dari keyakinannya bahwa kekayaan budaya dan komoditas lokal Kabupaten Dairi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berdaya saing.

Melalui Nari dan Kopi, Feny ingin menyatukan seni tari sebagai media edukasi dan pelestarian budaya dengan kopi sebagai ruang perjumpaan, pertukaran gagasan, serta lahirnya berbagai inovasi kreatif.

Ia melihat bahwa potensi lokal tidak seharusnya berhenti sebagai komoditas yang hanya diperjualbelikan. Kopi Sidikalang, cita rasa andaliman, keindahan kain ulos, seni tari, serta kekayaan budaya Pakpak merupakan identitas daerah yang dapat dikembangkan menjadi produk dan pengalaman kreatif bernilai tambah.

Dengan pendekatan tersebut, Nari dan Kopi diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, seniman, generasi muda, dan berbagai komunitas kreatif untuk bersama-sama mengembangkan potensi daerah.

Bagi Feny, kekayaan lokal dari Tanah Pakpak harus memiliki kesempatan untuk dikenal lebih luas, mulai dari tingkat Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, nasional, hingga pasar internasional.

Ia ingin membuktikan bahwa budaya dan produk lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan modal penting untuk membangun masa depan ekonomi kreatif.

Salah satu prinsip yang dipegang Feny adalah keyakinan bahwa kemenangan dan dampak positif dapat berjalan beriringan. Namun, jika harus memilih, ia lebih mengutamakan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Baginya, gelar merupakan sebuah kehormatan, tetapi keberhasilan sesungguhnya terletak pada kemampuan menghadirkan perubahan dan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Karena itu, Feny menegaskan bahwa terpilih atau tidaknya sebuah program dalam kompetisi tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Ia ingin Nari dan Kopi tetap berjalan sebagai gagasan yang dapat dikembangkan untuk mendukung UMKM, melestarikan budaya, serta membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Dairi.

Semangat tersebut menjadi bagian dari perjuangannya untuk mendorong komoditas dan identitas lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ketua DPC GEKRAF Kabupaten Dairi, Friandeny Nababan, S.T., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Feny Manurung atas keberhasilannya meraih gelar Putri EKRAF Sumatera Utara.

Menurutnya, prestasi Feny merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Dairi sekaligus bukti bahwa generasi muda daerah memiliki potensi besar untuk berkarya, berinovasi, dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Namun, ia berharap pencapaian tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat. Prestasi anak muda perlu ditindaklanjuti dengan dukungan yang memungkinkan gagasan dan kreativitas mereka berkembang menjadi karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Friandeny juga berharap Pemerintah Kabupaten Dairi di bawah kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga, bersama DPRD Kabupaten Dairi, memberikan perhatian khusus kepada generasi muda yang memiliki potensi, prestasi, dan gagasan kreatif untuk memajukan daerah.

Menurutnya, perhatian tersebut dapat diwujudkan melalui pembinaan, ruang berekspresi, fasilitasi pengembangan program, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan terhadap kreativitas anak muda yang berorientasi pada penguatan UMKM dan pelestarian budaya lokal.

“Prestasi anak muda seperti Feny patut menjadi perhatian bersama. Mereka memiliki semangat, gagasan, dan keberanian untuk membawa nama Dairi ke tingkat yang lebih tinggi. Potensi seperti ini perlu dirangkul dan diberi ruang agar dapat berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” demikian harapan yang disampaikan dalam apresiasi terhadap pencapaian Feny.

Friandeny menegaskan bahwa gelar merupakan sebuah kehormatan, tetapi karya dan kontribusi nyata adalah warisan yang akan dikenang.

Ia berharap keberhasilan Feny dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Kabupaten Dairi agar tidak takut bermimpi, terus mengembangkan kemampuan, serta berani menunjukkan potensi terbaik meskipun berasal dari latar belakang keluarga sederhana.

Perjalanan Feny Manurung memperlihatkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari kemudahan. Ada perjuangan, pengorbanan, doa keluarga, dan keteguhan hati yang menjadi bagian dari proses menuju keberhasilan.

Kini, melalui gelar Putri EKRAF Sumatera Utara dan gagasan Nari dan Kopi, Feny membawa harapan agar kekayaan budaya serta komoditas lokal Dairi dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang lebih luas.

Lebih dari sekadar membawa pulang gelar, ia ingin membuka jalan bagi UMKM, seniman, dan generasi muda untuk bersama-sama membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

Harapannya, perjuangan Feny tidak berjalan sendirian. Dukungan keluarga, komunitas, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting agar gagasan kreatif anak muda tidak berhenti sebagai ide, tetapi tumbuh menjadi program yang nyata.

Sebab, ketika anak muda diberi kesempatan untuk berkembang, yang tumbuh bukan hanya prestasi pribadi, melainkan juga harapan bagi daerah.

Dari Tanah Pakpak, Feny Manurung membawa pesan bahwa potensi lokal layak mendapat panggung yang lebih besar. Bukan hanya untuk dikenal, tetapi juga untuk dikembangkan, diberdayakan, dan diperhitungkan hingga tingkat nasional maupun internasional.(clara)

Redaksi IBN News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *