Proyek Jembatan Sinabang – Nasreuhe Senilai 1 Miliar Disorot, Kualitas Pasir Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Ibnnews.co.id, SIMEULUE – Aroma ketidakberesan mulai tercium pada proyek Rehabilitasi dan Pemeliharaan Berkala Jembatan ruas Sinabang – Nasreuhe. Proyek yang menelan anggaran APBN tahun 2025 senilai lebih dari Rp 1 miliar ini diduga kuat menggunakan material pasir berkualitas rendah yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis konstruksi.
Pantauan media wartawan IBNNews.di lokasi pekerjaan menunjukkan tumpukan material yang diduga akan digunakan untuk campuran pengecoran. Ironisnya, pasir yang tersedia di dekat mesin molen tersebut terlihat bercampur dengan tanah dan lumpur.
Kualitas Konstruksi Terancam “Keropos”
Secara teknis, penggunaan pasir dengan kadar lumpur tinggi merupakan pelanggaran serius dalam standar konstruksi. Material semacam ini akan menghambat pengikatan semen secara sempurna, sehingga hasil beton dipastikan rapuh, mudah retak, dan tidak akan memiliki daya tahan lama. Kondisi ini sangat kontras dengan nilai kontrak fantastis sebesar Rp 1.026.102.000,00.
Di mana Peran Pengawas?
Publik kini mempertanyakan kinerja PT LARAS SEMBADA KSO dan CV. MULTI PARTNER CONSULTANT selaku konsultan pengawas. Seharusnya, setiap material yang masuk ke lokasi (site) harus melalui uji kelayakan dan persetujuan pengawas sebelum digunakan.
“Jika material seperti ini dibiarkan masuk dan digunakan, maka fungsi pengawasan patut dipertanyakan. Apakah ada pembiaran atau memang sengaja tutup mata?
Data Proyek Berdasarkan Papan Informasi:
Pelaksana: CV. ACEH PUTRA MANDIRI
Nomor Kontrak: HK.02.01/BPJN 1.9/PPKTP02/APBN/2025/03
Instansi: Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Desakan Audit Lapangan meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan instansi terkait untuk segera melakukan sidak (Inspeksi Mendadak) ke lokasi. Jangan sampai anggaran negara yang bersumber dari rakyat habis hanya untuk membangun infrastruktur “umur jagung” yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Hingga narasi ini dibuat, pihak pelaksana CV. ACEH PUTRA MANDIRI belum memberikan pernyataan resmi mengenai asal-usul dan kelayakan material yang mereka gunakan di lapangan.(AM)

