Ratusan Mahasiwa dari Gabungan BEM, Senat Mahasiswa se Kota Pematangsiantar Menggelar Unjuk Rasa

Share

Ibnnews.co.id, P. Siantar – Ratusan mahasiwa dari gabungan BEM, senat Mahasiswa se Kota Pematangsiantar menggelar unjuk rasa, Rabu (26/3/2025) di depan Gedung DPRD P. Siantar. Mereka berencana menyampaikan aspirasi terhadap pengesahan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang baru-baru ini disahkan.

Patar Luhut Panjaitan, SKM, MPH anggota Komisi 1 DPRD P. Siantar didampingi Sekwan Ekahendra sempat menemui mahasiswa di depan Gerbang Kantor DPRD P. Siantar, untuk meminta perwakilan Mahasiswa untuk bisa masuk dan duduk bersama di dalam Kantor DPRD P. Siantar untuk berdiskusi tentang Revisi UU TNI yang menjadi tuntutan mereka, tetapi Mahasiswa tidak mendengar bahkan membelakangi dan hanya meminta pimpinan DPRD untuk hadir.

Kemudian sekitar pukul 14:00 ketidakhadiran unsur pimpinan DPRD membuat mahasiswa mendobrak gerbang perkantoran dewan, kemudian masuk ke ruang rapat gabungan komisi sambil menyerukan tuntutan mereka. Sejumlah mahasiswa bahkan menaiki meja rapat, sembari berteriak.

Anggota DPRD Pematangsiantar, Patar Luhut Panjaitan sempat kembali hadir menemui puluhan mahasiswa di Ruang Gabungan Komisi, Dia mengajak para mahasiswa untuk berdiskusi perihal tuntutan mereka tentang 4 pasal revisi UU TNI yang baru disahkan. Namun massa menolak kehadiran politikus Partai Gerindra itu, masa kecewa dari 30 anggota dewan hanya Patar Luhut Panjaitan yang hadir sehingga massa tetap berdiri di atas meja pimpinan menuntut agar pimpinan DPRD dihadirkan. “Kami hanya menerima pimpinan bukan anggota,” teriak massa.

Melihat situasi semakin riuh, Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur Sitinjak mengambil alih. Sah Udur meminta massa tidak menginjak dan merusak fasilitas kantor.

Disaat AKBP Sah Udur berbicara bersamaan orator aksi juga berbicara menggunakan toa membuat kebisingan. AKBP Sah Udur pun berhenti, ia lebih memilih menghindari keributan, dan memerintahkan anggota untuk melakukan pengamanan ketat menghindari tindakan anarkis pendemo.

Tidak adanya tanda-tanda kehadiran unsur pimpinan DPRD Pematangsiantar. Orator aksi pun mengajak teman mahasiswa untuk mengakhiri aksi hari ini “Kita tidak bisa berlama-lama di sini, karna pimpinan dewan tidak hadir. Besok kita konsolidasi dan menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak,” ucapnya.

Usai mengucapkan sumpah mahasiwa, massa berangsur-angsur ke luar ruangan. Mereka kembali ke kampus masing-masing menumpangi mobil komando.

(Andy Manurung)

Redaksi IBN News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *